PROMOTING LESSON STUDY AS ONE
OF THE WAYS FOR MATHEMATICS TEACHERS PROFESSIONAL
DEVELOPMENT IN INDONESIA : The Reflection on Japanese Good Practice of
Mathematics Teaching Through VTR, 2002-2005
Paper to be presented at:
APEC INTERNATIONL SYMPOSIUM ON GOOD PRACTICE FOR TAECHING AND
LEARNING MATHEMATICS THROUGH LESSON STUDY
14 – 17 June 2006
By
Marsigit,
Faculty of Mathematics and Science,
the State University of Yogyakarta , Indonesia
Review oleh: Felisitas Sayekti Purnama U (09301241007)
Pendidikan Matematika Subsidi 2009 di Universitas NegeriYogyakarta
(http://felisitassayekti.blogspot.com)
Pendidikan Matematika Subsidi 2009 di Universitas Negeri
(http://felisitassayekti.blogspot.com)
VTR (Video Tape Recorder) untuk pembelajaran Matematika memiliki beberapa manfaat sebagai: ringkasan pendek dari pelajaran dengan penekanan pada masalah-masalah utama dalam pelajaran, komponen utama kejadian di kelas, dan kemungkinan masalah untuk diskusi dan refleksi dengan guru. Lesson Study dibagi menjadi tiga bagian: perencanaan pelajaran, observasi, dan, diskusi dan refleksi. Guru di Indonesia dapat mengamati pembelajaran yang berbeda dari negara lain (Jepang) melalui VTR.
Jepang menerapkan VTR untuk pembelajaran mereka. Para guru terpilih mengikuti kegiatan lokakarya untuk membahas mengenai penggunaan VTR dalam pembelajaran Matematika. Dari tujuh kegiatan lokakarya, ada 440 peserta yang mengamati VTR dan memberikan input. Peserta merefleksikan konteks mengajar matematika di Jepang melalui VTR dianggap baik dan berguna untuk guru. Para guru perlu mensosialisasikannya ke kabupaten lain agar lebih banyak guru mempelajarinya. Mereka merasa pengajaran dalam VTR adalah model yang baik dan dapat diterapkan dalam konteks Indonesia tetapi tidak mudah untuk menerapkannya. Kendala-kendalanya meliputi: rencana pelajaran, lembar kerja siswa, kompetensi siswa, kesiapan siswa, fasilitas dan peralatan pendidikan, metodologi pengajaran, alokasi waktu, jumlah siswa, dan penganggaran. Guru perlu meningkatkan rencana pelajaran dan lembar kerja siswa.
Para guru berharap bahwa sekolah-sekolah dan pemerintah mendukung pengembangan profesional mereka termasuk kesempatan untuk mendapatkan pelatihan, berpartisipasi dalam konferensi, dan berpartisipasi dalam klub guru.
Para guru merasa bahwa di klub guru mereka mampu membahas dan mengembangkan rencana pelajaran dan lembar kerja siswa. Guru menyarankan program profesional bahwa pembangunan harus didasarkan pada kebutuhan guru. Mereka pun berharap sekolah mengadakan fasilitas pendidikan dan pemerintah meningkatkan gaji mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar