Sabtu, 08 Oktober 2011

Review 20

MATHEMATICAL THINKING
ACROSS MULTILATERAL CULTURE
By Marsigit
Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Science, Yogyakarta State
University


Review oleh: Felisitas Sayekti Purnama U (09301241007)
Pendidikan Matematika Subsidi 2009 di Universitas Negeri Yogyakarta
(http://felisitassayekti.blogspot.com)

Beberapa negara di Asia pun melakukan penelitian pemikiran matematika. Di negara Taiwan melalui karya Fou Lai, Taiwan  telah mengembangkan kerangka kerja untuk merancang kegiatan menerka dalam pemikiran matematika. Hasil utama dari karyanya menunjukkan bahwa pendekatan terkaan dapat mendorong inovasi siswa dalam mengajar matematika. Di negara Jepan, karya-karya Katagiri menegaskan bahwa kemampuan yang paling penting bagi  anak-anak saat ini dan di masa depan adalah sebagai masyarakat, memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi secara dramatis dan bukan kemampuan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah ditentukan dan perintah secara benar dan cepat, melainkan kemampuan untuk menentukan sendiri apa yang harus mereka lakukan atau apa yang mereka kerjakan untu k mengubah diri. NegaraSingapura melalui karya Yeap digambarkan bahwa di Singapura, pendidikan memiliki fungsi ekonomi. Pendidikan guna mempersiapkan siswa untuk mengembangkan kompetensi tenaga kerja masa depan. Karya Lim Chap Sam dari Malaysia menyebutkan belajar untuk konteks Malaysia, menyoroti tiga komponen utama dari berpikir matematika: a)  isi / pengetahuan matematika; b) operasi mental, dan c) predisposisi. Di Indonesia, Marsigit menyebutkan tujuan pendidikan matematika sekarang masih mendesak untuk mempromosikan pemikiran matematika dan menggunakannya dalam tindakan. Dengan demikian, penelitian berbasis kelas dapat menyelidiki faktor pendorong yang diperlukan untuk mendorong kemampuan siswa dalam mengembangkan pemikiran matematika. Matematika harus diterapkan dalam kehidupan nyatadan untuk menyelesaikannya perlu menggunakan metode matematika.
Berpikir matematika sangat berarti untuk banyak pendidik. Ada beberapa fitur di mana pendidik dapat mempromosikan berpikir matematika seperti berikut:
1.      Fitur pertama adalah reorganisasi melalui mathematikasi dengan berpikir reflektif.
2.      Fitur kedua adalah akuisisi dan menggunakan konsep matematika pada dunia yang ideal
3.      Fitur ketiga adalah belajar bagaimana untuk belajar, mengembangkan dan menggunakan matematika dalam dua tipe metode pembelajaran sebelumnya.
4.      Berbagi ide-ide dan cara berpikir matematika yang diperlukan bagi ilmu pengetahuan, pertumbuhan teknologi, ekonomi, dan pembangunan.
5.      Mengembangkan pendekatan pengajaran pemikiran matematika melalui Lesson Study.
6.      Mengembangkan jaringan untuk berbagi ide tentang pemikiran matematika di tingkat nasional, regional, atau internasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar