PHILOSOPHICAL EXPLANATION ON MATHEMATICAL
EXPERIENCES OF THE FIFTH GRADE STUDENTS
Penjelasan Secara Filsafati Pada Pengalaman Percobaan
Matematika Siswa Kelas V
By Marsigit
Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Science,
the State University of Yogyakarta,
Review oleh: Felisitas Sayekti Purnama U (09301241007)
Pendidikan Matematika Subsidi 2009 di Universitas Negeri Yogyakarta
(http://felisitassayekti.blogspot.com)
Pendidikan Matematika Subsidi 2009 di Universitas Negeri Yogyakarta
(http://felisitassayekti.blogspot.com)
Penelitian ini mengenai penjelasan secara filsafati pada pengalaman percobaan matematika pada siswa kelas 5 SD. Penelitian memberikan wawasan mengenai peran yang berbeda dari epistemis dan aksesibilitas bahan pembelajaran fisik. Epistemis diperlukan untuk mengajar didasarkan pada konsep dengan model, sedangkan aksesibilitas mempromosikan keterlibatan kelas kaya. Epistemis kesetiaan dan aksesibilitas memiliki peran yang berbeda dalam pembentukan transparansi. Dari semua temuan tersebut, penulis berusaha untuk mengembangkan metode untuk mengungkap apa yang ada di balik konsep-konsep.
Guru berkaitan dengan siswa yakni mengenai status pengetahuan matematikanya yang dihasilkan dengan memanipulasi bahan fisik dalam skema Greimas 'Analisis Struktural Hermenetics. Jika perbedaan antara dua jenis persepsi adalah mitos, kita masih dapat berdebat pada status pengetahuan matematika. Para peneliti mengakui bahwa beberapa bahan manipulatif dapat membuat salah tafsir. Hal ini dapat dijelaskan dengan teori “double affection” yakni para guru sudah akrab dengan konsep-konsep yang disajikan. Penulis memandang bahwa gagasan Kant tentang penampilan dalam diri guru dan hal dalam dirinya berguna untuk menjelaskan masalah visibilitas dan / atau tembus dari perangkat mekanik. Penulis menekankan bahwa konteks yang berbeda, yaitu dalam jangka waktu dan ruang seperti yang dijelaskan oleh Kant dapat mempengaruhi persepsi siswa mengenai objek. Oleh karena itu, guru perlu untuk mempekerjakan orang-orang sebagai salah satu faktor pendukung dalam belajar mengajar matematika. Hubungan antara perangkat dan target pengetahuan sangat intensif akan dibahas oleh Kant dalam “Critical of Pure Reason”. Teori umum aspek proses belajar mengajar matematika adalah untuk mengejar dalam jangka waktu hubungan mahasiswa sebagai bahan subyek dan fisik sebagai obyek dalam skema Hermenetics Greimas 'Analisis Struktural. Upaya untuk mengejar hubungan tersebut akan menentukan tingkat kualitas sudut pandang filsafat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar