LESSON STUDY:
Promoting Student Thinking on the Concept of
Least Common Multiple (LCM) Through Realistic Approach in the 4th Grade of Primary Mathematics Teaching
Marsigit, Atmini Dhoruri, Sugiman, Ali Mahmudi
The State University of Yogyakarta , Indonesia
Review oleh: Felisitas Sayekti Purnama U (09301241007)
Pendidikan Matematika Subsidi 2009 di Universitas NegeriYogyakarta
(http://felisitassayekti.blogspot.com)
Pendidikan Matematika Subsidi 2009 di Universitas Negeri
(http://felisitassayekti.blogspot.com)
Berdasarkan Keputusan Menteri No 22, 23, 24 tahun 2006, mulai Juni 2006, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menerapkan kurikulum baru untuk pendidikan dasar dan menengah, yakni KTSP "Kurikulum Berbasis Sekolah". Dalam Garis Panduan untuk mengembangkan Kurikulum Berbasis Sekolah, dinyatakan bahwa matematika di sekolah dasar memiliki fungsi untuk mendorong siswa untuk berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, kreatif dan mampu berkolaborasi dengan orang lain. Pendekatan kontekstual dan realistis disarankan untuk dikembangkan oleh guru untuk mendorong pemikiran matematika di sekolah dasar.
Matematika harus dekat dengan anak dan relevan dengan setiap situasi kehidupan sehari-hari dan merujuk pada situasi masalah yang nyata dalam pikiran. Gagasan matematika sebagai aktivitas manusia ditekankan. Dua jenis matematikasi yang dirumuskan secara eksplisit dalam konteks pendidikan oleh Treffers,, 1987 di Zulkardi, 2006 adalah mathematikasi horisontal dan vertikal. Dalam mathematikasi horisontal, para siswa datang dengan alat-alat matematika yang dapat membantu untuk mengatur dan memecahkan masalah dalam kehidupan nyata. Di sisi lain, mathematikasi vertikal adalah proses reorganisasi dalam sistem matematika itu sendiri.
Penelitian pengukuran pemahaman siswa kelas IV SD tentang Kelipatan Pesekutuan Terkecil (KPK) dilakukan. Pertama, guru memberikan apersepsi mengenai kegiatan-kegiatan rutin dalam kehidupan sehari-hari. Guru membagikan suatu masalah dalam lembar kerja siswa kepada setiap siswa. Guru membiarkan siswa untuk bekerja secara individu terlebih dahulu. Siswa kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok diskusi. Guru pun mengamati cara-cara yang dilakukan siswa untuk memecahkan masalah tersebut.
Setelah berdiskusi, ,siswa mempresentasikan hasil diskusi mereka dengan menuliskan hasil diskusi di depan kelas. Setelah semua siswa selesai mempresentasikan hasil diskusinya, guru memberikan solusi yang tepat mengenai Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK). Kesimpulan yang didapat dari penelitian tersebut adalah:
1. Para siswa memikirkan konsep mengenai KPK di mana guru banyak memberikan kontribusi dari konteks kehidupan nyata sebagai awal pengajaran.
2. Masalah format kalender adalah model yang penting untuk siswa guna menjembatani pemikiran matematika antara abstrak atau nyata dan menolong siswa mempelajari KPK di level abstrak yang berbeda.
3. Pemikiran siswa mengenai konsep KPK dibuat secara bersama oleh strategi dan formula dari yang mereka buat sendiri.
4. Dalam pemikiran konsep KPK, interaksi antara guru dan siswa, siswa dan siswa adalah hal yang penting.
5. Pemikiran siswa mengenai konsep KPK dipengaruhi oleh konsep matematika yang sebelumnya dikembangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar