Supporting Evidences And Monitoring To
Develop School-Based Curriculum For Junior High School Mathematics In
Indonesia
Marsigit
Departmen of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Science,
Yogyakarta State University, Indonesia
marsigitina@yahoo.com
Review oleh: Felisitas Sayekti Purnama U (09301241007)
Pendidikan Matematika Subsidi 2009 di Universitas Negeri Yogyakarta
(http://felisitassayekti.blogspot.com)
Pendidikan Matematika Subsidi 2009 di Universitas Negeri Yogyakarta
(http://felisitassayekti.blogspot.com)
Masyarakat Indonesia mengalami perubahan yang sangat cepat dari semua aspek kehidupan. Hal ini menawarkan harapan dan tantangan. Kurikulum berbasis sekolah menjadi titik awal untuk guru matematika di Indonesia mencerminkan dan memindahkan paradigma mengajar lama mereka. Hal ini mendorong para guru untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan dari pendekatan yang berbeda dalam rangka untuk membuat pilihan informasi dan harus siap untuk belajar keterampilan baru dalam pembelajaran matematika guna menciptakan kepentingan pengajaran yang efektif. Melalui kurikulum baru, guru harus mampu mengidentifikasi masing-masing anak sebagai kebutuhan karena pengalaman kurikuler yang relevan dan keterampilan anak-anak sangat bervariasi dan mereka membutuhkan posisi yang lebih baik untuk memanfaatkan layanan dukungan untuk meningkatkan praktik kelas mereka. Pengelolaan berbagai layanan dukungan harus tersedia untuk memaksimalkan efeknya dalam membantu guru untuk bekerja menuju praktek yang baik dan untuk menerapkan kurikulum yang baru. Hal ini juga memberikan kesempatan kepada pejabat pemerintah pendidikan di Indonesia untuk melihat secara mendalam pelaksanaan kurikulum di tingkat kelas.
Pemantauan pelaksanaan kurikulum berbasis sekolah menunjukkan bahwa ada faktor-faktor dari siswa, guru, dan masyarakat yang belum optimal mendukung kurikulum baru. Hasil evaluasi pelaksanaan kurikulum baru ini mengajarkan bahwa ketika mengoperasikan kurikulum, akan selalu butuh untuk memperbaikinya. Hal ini juga menyarankan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika, pemerintah pusat perlu: mendefinisikan peran guru yaitu mereka harus memfasilitasi siswa belajar, mendefinisikan peran kepala sekolah yaitu mereka harus mendukung pengembangan profesional guru dengan memungkinkan mereka untuk menghadiri dan berpartisipasi dalam kegiatan ilmiah, pertemuan-pertemuan dan pelatihan, mendefinisikan kembali peran sekolah yaitu harus mempromosikan manajemen berbasis sekolah, mendefinisikan peran pengawas yaitu pengawas perlu memiliki latar belakang yang sama dengan para guru yang mereka awasi agar mampu melakukan supervisi akademik, mempromosikan kolaborasi yang lebih baik antara sekolah dan universitas, dan mendefinisikan sistem evaluasi nasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar