PROMOTING PRIMARY AND SECONDARY MATHEMATICAL
THINKING THROUGH THE SERIES OF SCHOOL-BASED
LESSON STUDY ACTIVITIES
By Marsigit,
Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Science,
THE YOGYAKARTA STATE UNIVERSITY
Review oleh: Felisitas Sayekti Purnama U (09301241007)
Pendidikan Matematika Subsidi 2009 di Universitas Negeri Yogyakarta
(http://felisitassayekti.blogspot.com)
Pendidikan Matematika Subsidi 2009 di Universitas Negeri Yogyakarta
(http://felisitassayekti.blogspot.com)
Berpikir matematika dapat dilakukan melalui mengidentifikasi atau menjelaskan matematika tertentu, skemasasi, merumuskan dan visualisasi masalah dalam cara yang berbeda, yakni menemukan hubungan, keteraturan, mengenali aspek isomorfis dalam masalah yang berbeda; dan mentransfer masalah dunia nyata ke masalah matematika. Berpikir matematika dimulai ketika guru mengajukan masalah dalam LKS. Para siswa bekerja dengan pengetahuan pra syarat mereka untuk melakukan pemikiran matematika. Para siswa menggunakan cara yang berbeda untuk melakukan skemasasi, merumuskan, dan visualisasi. Rangkaian kalimat yang dihasilkan oleh kelompok pertama ditunjukkan dengan matematikasasi horisontal kemudian diikuti oleh matematikasasi vertikal. Dalam melaksanakan matematikasasi vertikal, siswa membutuhkan bantuan dari guru.
Para siswa mengakui aspek isomorfis dalam masalah matematika yang berbeda yaitu konsep-konsep kunci yang dicerminkan dengan kata kunci tentang bagaimana siswa dapat mentransfer masalah dunia nyata ke masalah matematika. Pemikiran siswa tentang konsep matematika dipengaruhi oleh koneksi antara untaian konsep-konsep matematika yang dikembangkan sebelumnya. Para siswa berusaha untuk menggunakan pengetahuan prasyarat mereka dalam menjelaskan konsep yang sulit dan mengembangkan langkah untuk memahami konsep-konsep sulit. Sebagian besar siswa berpikir induktif dengan trial dan error untuk menjawab pertanyaan guru. Beberapa siswa mencoba untuk membuat sketsa bentuk geometris dan membandingkan dengan ukuran yang berbeda dari model. Para siswa cenderung untuk kembali meminta penjelasan dan mendapatkan perhatian dari guru dan teman sekelas mereka untuk mengkonfirmasi apakah ide-ide mereka itu benar.
Pemikiran induktif siswa melibatkan konkretisasi abstraksi dan metode di bidang pembentukan dan pemahaman masalah. Ketika siswa telah mengenal konsep-konsep tertentu, mereka cenderung untuk menegaskan kembali konsep-konsep mereka. Berpikir induktif tersebar dari kegiatan awal sampai akhir ketika siswa melakukannya. Berpikir induktif juga terkait dengan perspektif di mana siswa menggunakan model yang konkret untuk mencari luas lingkaran, silinder kanan, dan silinder tegak. Model silinder lingkaran tegak menjadi model yang penting yang berisi komponen-komponennya: dua lingkaran kongruen dan satu lonjong. Konsep matematika dalam metode matematika meliputi: idealisasi, abstraksi, deduksi, induksi dan implikasinya. Masalah pembentukan dan pemahaman muncul ketika siswa mengamati model matematika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar