Minggu, 06 November 2011

Review 33


DEVELOPING SCHOOL-BASED CURRICULUM
FOR JUNIOR HIGH SCHOOL MATHEMATICS
IN INDONESIA
By
Marsigit
Faculty of Mathematics and Science, the State University of Yogyakarta, Indonesia


Review oleh: Felisitas Sayekti Purnama U (09301241007)
Pendidikan Matematika Subsidi 2009 di Universitas Negeri Yogyakarta
(http://felisitassayekti.blogspot.com)

Sejak tahun 1945 hingga akhir tahun 1990, pendekatan untuk mengembangkan pendidikan telah dirancang dengan asumsi bahwa tujuan-tujuan kurikuler dapat diturunkan secara logis dari nasional dan menjadi hirarki tepat tujuan instruksional. Pembelajaran dapat dibuat secara individual oleh guru sehingga siswa dapat mempelajari apa yang mereka butuhkan dari guru.
Namun, pada tahun 1984, bukti menunjukkan bahwa pendekatan ini dirasakan tidak mampu memobilisasi sumber daya dan memulai model untuk aplikasi nasional. Hal ini mendorong dilaksanakannya kegiatan piloting mengajar matematika di sekolah menengah pertama di beberapa negara. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengembangkan dan mencoba beberapa model mengajar di sekolah. Para dosen pendidikan dan guru bekerja sama di sekolah-sekolah untuk mengembangkan model pengajaran yang dibutuhkan di lapangan. Strategi dasar untuk uji coba adalah mempromosikan paradigma baru pendidikan matematika dan ilmu pengetahuan. Tujuan uji coba adalah untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendidikan matematika dan sains di sekolah-sekolah dengan mencoba beberapa hal yang dikembangkan dalam proyek ini yang langsung berhubungan dengan sekolah. Kegiatan uji coba dilakukan melalui penelitian tindakan kelas antara dosen dan guru kolaboratif.
Pengembangan kurikulum membutuhkan kajian komprehensif dan mendalam dari semua aspek yang terlibat, yakni: kesempatan untuk belajar matematika untuk semua, kurikulum yang tidak hanya mengkoleksi materi tetapi harus mencerminkan kegiatan matematika yang koheren, kegiatan belajar mengajar matematika membutuhkan teori yang menyeluruh tentang kegiatan siswa, kesiapan mereka untuk belajar dan peran guru memfasilitasi belajar mereka, kesempatan kepada pelajar untuk mengembangkan konsep matematika mereka, kebutuhan untuk mengembangkan penilaian tertanam dengan proses belajar mengajar, dan menggunakan berbagai jenis sumber belajar mengajar. Perhatian utama dalam pengembangan kurikulum matematika adalah untuk memastikan bahwa kurikulum proses belajar mengajar mencerminkan yang telah dimaksudkan dan perlu mengembangkan: Pedoman untuk mengembangkan silabus nya, Pedoman pelaksanaan kurikulum, mendukung dokumen-dokumen seperti selebaran, lembar kerja siswa, keterlibatan guru dalam pengembangan kurikulum, kurikulum sosialisasi dan diseminasi dikembangkan, dan pemantauan rutin implementasi nya.
Pemerintah pusat telah mengembangkan standar nasional kurikulum berbasis sekolah untuk SMP. Standar kompetensi nasional kemudian akan diuraikan menjadi kompetensi dasar yaitu kompetensi minimum yang harus dilakukan oleh siswa, yang meliputi afektif, kognitif dan psikomotor kompetensi. Dengan demikian, Pemerintah Indonesia telah mengembangkan pembelajaran dan pengajaran kontekstual (CTL) sebagai salah satu pendekatan untuk mendukung implementasi Kurikulum Berbasis Sekolah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar