The Effort to Increase the Student’s Motivation
in Mathematics Learning with Some Teaching Aids
in Junior High School 5 Wates, Kulon Progo, Yogyakarta, Indonesia
by: Marsigit & Ida Supadmi
Review oleh: Felisitas Sayekti Purnama U (09301241007)
Pendidikan Matematika Subsidi 2009 di Universitas Negeri Yogyakarta
(http://felisitassayekti.blogspot.com)
Pendidikan Matematika Subsidi 2009 di Universitas Negeri Yogyakarta
(http://felisitassayekti.blogspot.com)
Keberhasilan proses belajar mengajar di Matematika tidak jauh dari peran guru sebagai informator, komunikator, dan fasilitator. Metode mengajar digunakan oleh guru bisa melakukan intervensi interaksi antara guru, siswa, dan prestasi belajar. Hingga kini, banyak siswa yang mengeluh bahwa matematika dipandang sebagai subjek menakutkan, tidak menarik, dan sulit untuk dilakukan. Alat bantu belajar Matematika merupakan salah satu cara agar siswa dapat mempelajari Matematika secara lebih mudah dan mengasyikkan.
Sikap siswa dipengaruhi oleh faktor internal yakni motivasi siswa tersebut dan faktor eksternal yakni motivasi guru. Guru harus dapat mendorong motivasi siswa dan membimbing siswa untuk dapat mengkonstruksi sendiri pemikiran mereka dengan sesekali memberikan koreksi apabila terdapat kesalahan.
Dr Marsigit melakukan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengatasi masalah yang ditemukan di kelas. Peneliti itu dilakukan bersama-sama dengan guru matematika di kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini dilakukan di kelas II a SMP 5 Wates. Struktur pengajaran yang digunakan dalam matematika adalah setiap pertemuan terdiri dari beberapa tahap, seperti pengenalan, pengembangan, aplikasi, dan penutup. Setiap tahap pengembangan dan aplikasi digunakan model matematika secara optimal, baik di dalam maupun di luar kelas. Topik pengajaran yang diamati adalah square dan akar kuadrat, paralel baris, dan teorema Pythagoras. Penelitian tindakan kelas dianggap menjadi sukses jika ada peningkatan tingkat keaktifan siswa dalam setiap proses belajar-mengajar. Hal ini tidak mengacu pada akuisisi skor NEM meskipun akan masuk ke dalam peningkatan pembelajaran prestasi.
Hasil dari siklus Square dan Akar Kuadrat adalah bahwa selama proses belajar-mengajar dapat dicatat dan diamati berikut beberapa hal: siswa antusias karena merasa mendapatkan mainan baru yang belum pernah diterapkan, setiap siswa kelompok mampu berpendapat sendiri, lembar kerja siswa bertitik cukup baik untuk membantu siswa dalam memahami
konsep akar kuadrat dan, penggunaan papan dipaku mendorong motivasi tertentu untuk siswa.
konsep akar kuadrat dan, penggunaan papan dipaku mendorong motivasi tertentu untuk siswa.
Hasil pengamatan dalam parallel baris adalah minat siswa sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan keaktifan siswa dalam melakukan worksheet saat sesi tanya-jawab diskusi. Ada begitu banyak siswa yang bertanya ketika mereka berada di dalam maupun di luar kelas.
Hasil pengamatan dalam Teorema Phytagoras dapat disimpulkan bahwa: penggunaan papan dipaku dan tangan karet sangat efektif untuk menerapkan konsep Teorema Pythagoras dan dalam eksperimen luar ruangan, semua siswa begitu bersemangat dan tertarik banyak karena tidak ada siswa yang tampak bermain sendiri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian tindakan dengan menggunakan alat bantu mengajar beberapa seperti papan dipaku, tangan karet, kartu bermain, lembar kerja simpul kertas, transparansi kertas, benang sipat, tiga bilah kayu bisa digunakan sebagai model dalam matematika
mengajar untuk meningkatkan motivasi siswa dalam proses belajar mengajar. Sehubungan dengan
hasil penelitian, peneliti menyarankan para guru matematika di SMP bahwa dalam proses belajar-mengajar mereka harus menggunakan metode yang bervariasi untuk memotivasi siswa dan untuk menghindari kebosankan siswa.
mengajar untuk meningkatkan motivasi siswa dalam proses belajar mengajar. Sehubungan dengan
hasil penelitian, peneliti menyarankan para guru matematika di SMP bahwa dalam proses belajar-mengajar mereka harus menggunakan metode yang bervariasi untuk memotivasi siswa dan untuk menghindari kebosankan siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar