PURSUING GOOD PRACTICE OF
SECONDARY MATHEMATICS EDUCATION THROUGH
LESSON STUDIES IN INDONESIA
By: Marsigit
Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Science,
the State University of Yogyakarta, Indonesia
Review oleh: Felisitas Sayekti Purnama U (09301241007)
Pendidikan Matematika Subsidi 2009 di Universitas Negeri Yogyakarta
Pelajaran studi dalam matematika sekunder berdampak pada siswa, guru, kepala sekolah, dan dosen. Pelajaran studi meningkatkan antusiasme, motivasi, dan kinerja siswa. Siswa perlu aktif belajar dan terlibat dalam diskusi agar dapat berbagi ide di antara teman-teman sekelas. Siswa menikmati belajar matematika selama kegiatan Lesson Study karena beberapa alasan. Siswa dapat aktif mengekspresikan ide-ide mereka, pelajaran tidak begitu formal, materi lebih mudah untuk dipelajari, adanyua diskusi dengan teman sekelas, dan ada lebih banyak percobaan sains dan matematika. Kompetisi meningkat antara kelompok siswa dalam menyajikan hasil pekerjaan mereka dan membela presentasi mereka. Ini memaksa siswa untuk belajar teori yang lebih.
Pelajaran studi pun meningkatkan profesionalisme guru dalam kinerja mengajar, variasi metode pengajaran, dan kolaborasi. Guru mengembangkan metode pengajaran didasarkan pada kehidupan sehari-hari sehingga dapat memanfaatkan muatan lokal masing-masing daerah. Dalam mengembangkan metode belajar mengajar, para guru memerlukan rencana skenario mengajar, rencana kegiatan siswa, peran guru merencanakan dan mendistribusikan tugas, mengembangkan metode penilaian, dan memantau kemajuan prestasi siswa. Untuk mengembangkan pengalaman mereka, para guru juga perlu berpartisipasi dengan cara lokakarya atau seminar. Sementara itu, dosen-dosen berkolaboratif untuk mengembangkan bahan ajar yang lebih untuk masa depan.
Untuk mendorong inovasi pendidikan, kepala sekolah perlu: membuat suasana yang baik untuk belajar-mengajar, mempromosikan penerapan berbagai metode mengajar dan sumber daya belajar-mengajar, memberi peluang bagi guru dan siswa untuk melakukan inisiatif mereka, mempromosikan pembelajaran kooperatif, mempromosikan penelitian kelas sebagai model untuk inovasi pendidikan, mendukung guru untuk mengembangkan / membuat kurikulum, mempromosikan otonomi guru dalam model pengembangan kegiatan belajar mengajar, melaksanakan manajemen berbasis sekolah, mendorong partisipasi orang tua siswa, dan mempromosikan kerjasama dengan lembaga pendidikan lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar